Kekuatan utama Jerman adalah mental yang mumpuni serta kualitas kedalaman skuad mereka begitu tinggi. Kelemahan mereka adalah seringkali tak konsentrasi di lini belakang ketika sedang menyerang, bek mereka terkadang lalai dan bisa melakukan blunder tak penting.
Skuad Resmi Italia
Kekuatan Italia terletak di Prandelli yang bisa mengayomi para pemainnya dan rapatnya barisan pertahanan. Kelemahan mereka adalah tak punya striker murni, imbasnya serangan yang dibangun dari lini tengah kerap terbuang sia-sia.
PEMAIN KUNCI
Mario Gomez (27)
Setelah diistirahatkan di babak perempat final rasa-rasanya Mario Gomez akan dikedepankan lagi di babak ini, sudah mengoleksi 3 gol sebagai top skor sementara bersama Ronaldo, suplai bola udara bisa menjadi santapan empuk ketajaman kepalanya.
Andrea Pirlo (33)
Jiwa utama Italia, jika ia bermain baik seluruh pemain Azzurri akan tertular menjadi hebat. Jika sampai Italia juara ia akan bersaing dengan Messi dan Ronaldo di 3 besar Ballon d'Or. Ketenangan ketika memberi Joe Hart 'Panenka' menjadi sebuah sentuhan indah tersendiri.
Mario Gomez membawa Jerman unggul pada menit ke-72 setelah sundulan kepalanya memanfaatkan umpan crossing cantik Khedira mengarahkan bola ke pojok kiri gawang Portugal yang tak mampu ditangkap Patricio dalam pertandingan Piala Eropa Grup B.
Pertandingan dimulai dengan tempo yang cukup cepat. Jerman langsung memberi ancaman melalui striker andalan mereka, Mario Gomez, ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Striker Bayern Munich tersebut berhasil menanduk umpan silang dari Boateng, namun Rui Patricio masih sigap menangkap bola.
Portugal langsung merespon serangan tersebut dengan balik menekan, aksi individu Fabio Coentrao hampir menembus lini pertahanan Jerman, beruntung bek Der Panser berhasil menghalau bola sehingga hanya menghasilkan tendangan sudut.
Mario Gomez
Jerman mencoba lebih tenang dalam membangun serangan dan menerapkan possesion football. Strategi tersebut cukup efektif untuk membuat Portugal terkekang. Pada menit kesembilan, Boateng kembali mengirimkan umpan matang dan kali ini Podolski yang menyambutnya dengan sepakan keras, namun Patricio kembali dapat menguasai bola dengan cukup mudah.
Jarang mendapatkan peluang, kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, langsung unjuk gigi. Mendapatkan umpan dari Coentrao, pemain Real Madrid tersebut mengirimkan umpan matang ke kotak penalti lawan, sayang tidak ada rekannya yang mampu memanfaatkan umpan tersebut.
Jerman terus mendominasi permainan di paruh pertama ini, pada menit ke-30, Podolski mendapatkan peluang keduanya. Kali ini ia memanfaatkan umpan matang dari Mesut Ozil, namun sayang kali ini tembakan pemain baru Arsenal tersebut masih melayang jauh di atas mistar gawang Portugal.
Memasuki babak ke-2, Jerman lebih aktif menyerang, dan puncaknya terjadi di menit ke-72 saat Gomez mencetak gol lewat sundulan.
TRIBUNNEWS.COM -Madrid, Real Madrid kembali gagal dalam laga El Clasico melawan seteru abadinya, Barcelona. Meski bermain di hadapan publiknya sendiri di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (11/12) dini hari , Real Madrid tetap kalah dengan skor 1-3.
Real Madrid sebenarnya sempat membuka peluang untuk meraih kemenangan, setelah Karim Benzema membuat gol cepat ketika laga baru berjalan sekitar 21 detik.
Karim Benzema yang membuat tuan rumah Real Madrid unggul di detik ke-21 tersebut. Berawal dari serangan cepat yang dilakukan para pemain Real Madrid, kiper Barcelona, Viktor Valdez sempat menahan serangan para pemain Los Merengues tersebut. Sayangnya setelah itu Valdez justru membuat blunder.
Bola sapuan Valdez jatuh ke kaki Angel Di Maria. Pemain sayap asal Argentina itu kemudian mengirim umpan kepada Mesut Oezil. Tanpa penjagaan pemain Barcelona, Oezil melepaskan tendangan keras ke gawang Valdez.
Bola sempat membentur kaki seorang pemain Barcelona, namun bola justru jatuh ke kaki Benzema. Dengan mudah ia pun menceploskan bola ke gawang Barcelona, dan membuat Real Madrid unggul 1-0.
Striker Alexis Sanchez kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1, berkat golnya di menit ke-29. Gol striker asal Chili itu berawal dari umpan terobosan Lionel Messi.
Meski mendapat kawalan dari dua pemain belakang Real Madrid, Sanchez tetap berhasil melepaskan tendangan keras menyusur tanah yang kemudian bersarang di pojok kanan gawang Iker Casillas. Kedudukan pun berubah 1-1 untuk kedua tim.
Di awal babak kedua, tepatnya di menit ke-54, Real Madrid justru ketinggalan karena gol bunuh diri Marcelo. Berawal dari tendangan voli, Xavi Hernandez di luar kotak penalti Madrid, tendangan Xavi itu berusaha diblok oleh Marcelo.
Sayangnya bola justru berbelok arah dan mengarah ke gawang Madrid. Penjaga gawang Madrid, Iker Casillas yang sudah bergerak ke arah kanan menjadi mati langkah. Barcelona pun unggul sementara 2-1.
Akhirnya Cesc Fabregas berhasil membuat Barcelona semakin unggul jauh berkat gol sundulannya di menit ke-66. Gol Fabregas itu berawal dari akselerasi Messi ke pertahanan Madrid. Pemain lincah itu lalu menyodorkan bola kepada Dani Alves yang bergerak di sisi kanan.
Tanpa pengawalan, Alves melepaskan umpan silang ke jantung pertahanan Madrid. Fabregas yang dikawal Fabio Coentrao berhasil menyambut umpan tersebut dengan sundulan terarah, tanpa bisa ditahan penjaga gawang Iker Casillas. Barcelona pun unggul 3-1.
Gol Fabregas itu menjadi gol terakhir yang tercipta dalam pertandingan tersebut, sekaligus membuat Real Madrid merasakan kekalahan kandang pertama mereka musim ini di La Liga.
TRIBUNNEWS.COM, SEPANG - Mantan juara dunia kelas 500 cc, Wayne Gardner, memberikan kekuatan kepada Colin Edwards dan Valentino Rossi, yang terlibat dalam kecelakaan maut di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10), yang merenggut nyawa pembalap Italia, Marco Simoncelli. Menurut juara dunia 1987 tersebut, insiden tragis itu tak terhindarkan.
Edwards dan Rossi menabrak Simoncelli ketika Simoncelli jatuh dan meluncur ke jalur mereka. Pembalap Yamaha Tech 3 dan Ducati tersebut tak bisa menghindar sehingga terjadilah tabrakan yang membuat Simoncelli cedera parah pada kepala, leher, dan dada.
Gardner mengungkapkan hal tersebut karena dia pernah mengalami insiden serupa dengan Franco Uncini pada GP Belanda 1983. Waktu itu dia menabrak pembalap asal Italia tersebut ketika berusaha menghindari para rivalnya setelah terjadinya kecelakaan di tengah trek. Saat itu Uncini sempat koma, tetapi bisa pulih dan sekarang menjadi perwakilan bidang keselamatan pembalap MotoGP.
Nah, berdasarkan pengalaman itulah Gardner tahu bagaimana perasaan Edwards dan Rossi. Bahkan, setelah itu muncul rumor bahwa Rossi segera pensiun meskipun Rossi sudah membantah gosip itu.
"Pernah mengalami insiden serupa dengan Franco Uncini beberapa tahun lalu, saya bisa merasakan bagaimana perasaan mereka," tulis Gardner tentang Edwards dan Rossi dalam sebuah kolom di situs pribadinya.
"Namun, itu bukan salah mereka. Tak ada yang bisa mereka lakukan. Keduanya akan memutar ulang peristiwa itu dalam pikiran mereka, lagi, dan lagi, lalu bertanya jika mereka seharusnya bisa belok ke kiri, ke kanan, atau mengerem lebih keras saat itu."
"Tetapi, ada sedikit penghiburan, yaitu rekaman TV saat kecelakaan. Sekarang dan di tahun-tahun yang akan datang, itu akan memperlihatkan pada mereka bahwa mereka jelas tak memiliki waktu untuk menghindari tabrakan itu. Hanya saja, sayangnya kasus itu terjadi di tempat yang salah dan saat yang tidak tepat."
Gardner juga mengungkapkan bahwa, menurutnya, kecelakaan itu jelas sangat tidak biasa dan sulit diprediksi karena cepat dan begitu mengerikan. Dia mengaku belum pernah melihat peristiwa seperti itu sepanjang berkecimpung di arena balap.
"Awal dari insiden itu tidak sepenuhnya jelas seperti yang terlihat di kamera. Semua yang kita lihat adalah motornya belok ke kanan dan masuk ke jalur Colin dan Vale. Saya rasa awalnya ia pasti kehilangan grip depan, dan hanya berusaha untuk mendapatkan grip lagi dan membuatnya bisa kembali meluncur lurus di lintasan," lanjutnya.
Pria asal Australia ini pun mengakui, MotoGP kehilangan pembalap hebat dan calon bintang besar. Sayang, semuanya terlalu cepat berakhir karena Simoncelli telah tiada.
"Dia bisa menjadi bintang masa depan," ujar Gardner kepada Fox Sports. "Dia tampaknya akan menjadi superstar masa depan. Tentu saja menjadi sebuah kehilangan yang besar."
PENYEBAB KEMATIAN
Marco Simoncelli
Marco Simoncelli (2)
TRIBUNNEWS.COM, SEPANG - Marco Simoncelli tewas akibat kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10). Dokter dari pihak tim medis MotoGP, menyatakan penyebab kematian adalah sejumlah luka serius di kepala, leher dan dada.
Direktur tim medis MotoGP, Michele Macchiagodena mengatakan pembalap Tim Honda Gresini itu tak sadar saat anggota tim medis menjemputnya di lintasan balap. Mereka memberikan pertolongan pertama berupa CPR (nafas buatan) baik di mobil ambulans maupun selama 45 menit di pusat medis MotoGP. Namun upaya itu tak mampu menyelamatkan Simoncelli.
"Akibat tabrakan hebat saat balapan oleh pembalap lain, dia dilaporkan mengalami luka serius di kepala, leher dan dada," kata Macchiagodena dikutip Eurosport.
Saat tiba di pusat medis dia segera diberi pertolongan dengan intubasi (pemasangan selang nafas) dan bisa mengeluarkan darah dari rongga dada.
"Sayangnya itu tidak bisa menolongnya dan pada 16.56 kami mengumumkan dia telah tiada," ujar sang dokter.
Direktur Balapan, Paul Butler mengatakan kecelakaan akan diinvestigasi. Barter menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga Simoncelli. "Kami ingin menyampaikan penghormatan kepadanya," ujar Barter.
Yahoo.com - Liputan6.com, London - Kontrak kerja Robin van Persie bersama Arsenal tinggal tersisa kurang dari dua musim atau bakal kadaluarsa di pengujung musim 2012-2013. Masa depan striker Timnas Belanda berusia 28 tahun itu mulai dipertanyakan menyusul pernyataannya yang enggan memberikan penegasan terkait perpanjangan kontraknya di Emirates Stadium.
Meskipun manajer Arsene Wenger begitu optimistis jika mantan penyerang Feyenoord Rotterdam tersebut bakal membubuhkan tanda tangannya dalam kontrak baru, publik tahu betul dengan saga transfer yang membuat dua pemain kunci The Gunners, Cesc Fabregas dan Samir Nasri hengkang dari London.
Kabar terbaru mengklaim jika Van Persie baru akan menentukan masa depannya di bulan Januari mendatang. Van Persie bakal menunggu strategi yang bakal dilakukan Wenger di bursa transfer musim dingin. Artinya, dapat dengan mudah dibaca, Van Persie tengah menanti gebrakan Wenger untuk mengakuisisi sejumlah pemain top yang dinilai mempunyai kemampuan atau kapabilitas mengangkat Arsenal sebagai pesaing kuat di kancah Liga Premier maupun Liga Champions.
Di bursa transfer musim panas lalu, Wenger tercatat mengeluarkan dana hampir 50 juta pound untuk memboyong 10 pemain baru. Fee-transfer tertinggi dipegang striker Alex Oklade-Chamberlain yang diboyong dari Southampton dengan dana 12 juta pound. Total pengeluaran Wenger hanya berselisih 15 juta pound dari jumlah pendapatan Arsenal yang melego sejumlah pemainnya, termasuk yang berstatus pemain pinjaman, seperti Nicklas Bendtner, Denilson, dan Carlos Vela. Maksudnya, sejatinya di mata Van Persie, kas Arsenal masih cukup untuk membiayai Wenger berbelanja pemain top.
Boleh jadi, tuntutan Van Persie akan kebijakan yang pas dari Wenger di bursa Januari tak bisa dilepaskan dari begitu lamanya durasi paceklik gelar yang diraih Arsenal. Musim ini merupakan musim kedelapan Van Persie berkostum The Gunners. Hasilnya Baru dua medali, gelar FA Cup 2005 dan titel FA Community Shield 2004.
Andai Wenger tak segera berbenah di bursa Januari, ada kemungkinan jika Van Persie bakal menolak proposal kontrak baru dan mencari klub elite. Bisik-bisik yang terdengar, Manchester City yang siap melepaskan Carlos Tevez, berminat mengakuisisinya dengan bandrol 20 juta pound.
~ Blackpool akan dipaksa melepas Charlie Adam karena kontrak pemain itu tinggal 12 bulan lagi.
Liverpool akan memasukan dua pemain mudanya dalam proposal transfer Charlie Adam, yang akan diajukan ke Blackpool.
Perundingan transfer Adam menemui jalan buntu, setelah Blackpool enggan melepas sang kapten dengan harga di bawah £12 juta. The Reds hanya berani mengeluarkan £8 juta.
Damien Comolli, direktur sepakbola Liverpool, mencari solusi. Ia yakin Karl Oyston, Chairman Blackpool, akan dipaksa melepas Adam yang kontraknya tinggal 12 bulan lagi dan bersedia kompromi jika Liverpool menawarkan terobosan.
Comolli akhirnya memasukan opsi peminjaman dua pemain mudanya, Jonjo Shelvey dan right-back Stephen Darby, selama satu musim kepada Blackpool. Jika Blackpool setuju, Liverpool hanya akan mengeluarkan uang tunai £8 juta untuk mendapatkan Adam.
Shelvey, kini berusia 19 tahun, dibeli dari Charlton dengan harga £1,7 juta. Ia bermain mengesankan dalam 15 pertandingan musim lalu.
Darby adalah produk lokal Liverpool. Ia menghabiskan lima tahun berlatih dengan The Reds, dan musim lalu dipinjamkan ke Swindon dan Notts County.