IP

Translate

Showing posts with label Space. Show all posts
Showing posts with label Space. Show all posts

Thursday, January 5, 2012

Badai Matahari Tidak Dapat Diprediksi


Ilustrasi Badai Mathari



KOMPAS.com - Jakarta; Peningkatan aktivitas Matahari pada pertengahan 2012 hingga tahun 2013 akan memicu kenaikan frekuensi badai Matahari. Meski demikian, besar dan waktu terjadinya badai Matahari tidak dapat diketahui dengan pasti.


"Sulit untuk memprediksi besar kecilnya badai Matahari. Kita juga belum bisa memprediksi ke mana arah badai Matahari," jelas Hakim L Malasan, Kepala Observatorium Bosscha, Selasa (3/1).

Friday, September 30, 2011

Satelit ROSAT Berbobot 1,6 Ton Akan Jatuh


Satelit ROSAT


Yahoo.com - Sampah antariksa bekas satelit UARS (Upper Atmosphere Research Satellitetelah menghujam bumi pada Sabtu 19 September 2011 lalu. Namun ancaman bangkai satelit yang jatuh ke bumi masih belum berakhir.
Situs berita ABC News menulis UARS memang jatuh  di lautan Pasifik dan tak membahayakan nyawa manusia. Namun Oktober ini bumi kembali terancam oleh jatuhnya sampah satelit bernama ROSAT.

Bagian-bagian Satelit ROSAT

ROSAT adalah satelit Jerman pengamatan X-ray dari Jerman. Misi ROSAT dimulai pada 1 Juni 1990 untuk mengawali era baru teknologi X-ray dalam disiplin ilmu astronomi. Satelit ini dilengkapi dengan teleskop X-ray raksasa untuk menangkap gambar obyek di luar angkasa.
Satelit ini diluncurkan oleh laboratorium antariksa Jerman, DLR bekerja sama dengan badan antarika Amerika Serikat NASA (National Aeronautics and Space Administration) serta dewan riset ilmu pengetahuan dan permesinan Inggris (SERC).
Situs Newscientist menulis menurut perkiraan DLR terdapat 30 kepingan ROSAT dengan bobot total 1,6 ton yang akan jatuh menghujam bumi.
Kepala Kantor Reruntuhan Antariksa, Heiner Klinkrad, kepada Badan Antariksa Eropa di Darmstadt, Jerman mengakui bahwa pecahan satelit ROSAT akan jatuh menyentuh permukaan bumi. "Ini karena ROSAT memang memiliki struktur kaca yang akan mampu menerobos temperatur tinggi saat jatuh menerjang lapisan atmosfer bumi," ujar Heiner Klinkrad dalam Newscientist.

Catatan :

Semua post (tertentu) yang saya terbitkan telah saya cantumkan alamat/sumber.